
BanjarmasinNewsPost.com – Lagi-lagi kisah ular piton yang nyaris memangsa manusia terjadi.
Kali ini menimpa seorang remaja putri di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Remaja itu hampir dimangsa ular piton berukuran besar.
Korban bernama Aprilia (15), warga di Desa Komba-komba Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna.
Insiden tersebut terjadi di belakang rumah tepatnya di kebun yang masih dekat dengan area pemukiman warga sekitar, Senin (12/5/2025).
Menurut saksi, Rizal saat dikonfirmasi bahwa peristiwa tersebut bermula saat korban hendak mengarah ke kebun dengan berjalan kaki.
Namun tiba-tiba di tengah perjalanan, korban digigit ular piton hingga tak mampu lagi melanjutkan perjalanannya.
Akibatnya, Aprilia tak bisa melawan hingga pasrah saat ular piton yang berukuran tujuh meter tersebut melilit tubuhnya.
“Korban hanya bisa berteriak untuk meminta tolong saat dililit. Beruntung ada warga yang mendengar dan membunuh ular tersebut dengan sebilah parang,” ujarnya.
Aprilia mengalami luka pada bagian kaki kanan akibat gigitan ular tersebut hingga dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban digigit ular pada bagian kaki kanannya, sempat dibawa ke puskesmas,” kata Rizal.
“Saat ini korban masih dalam pemulihan dan mengalami rasa trauma atas peristiwa yang dialaminya,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Kabangka, Ipda Dahniar saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
Hanya saja, pihaknya belum mengetahui secara detail peristiwa tersebut.
“Korban hanya bisa berteriak untuk meminta tolong saat dililit. Beruntung ada warga yang mendengar dan membunuh ular tersebut dengan sebilah parang,” ujarnya.
Aprilia mengalami luka pada bagian kaki kanan akibat gigitan ular tersebut hingga dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban digigit ular pada bagian kaki kanannya, sempat dibawa ke puskesmas,” kata Rizal.
“Saat ini korban masih dalam pemulihan dan mengalami rasa trauma atas peristiwa yang dialaminya,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Kabangka, Ipda Dahniar saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
Hanya saja, pihaknya belum mengetahui secara detail peristiwa tersebut.
“Benar kemarin kejadiannya di Desa Komba-komba, tapi sampai saat ini belum mengetahui secara jelas kejadian ini,” ujar Ipda Dahniar.



